bagaimana dengan artikel ini? apakah bermanfaat?

Jumat, 17 September 2010

MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

MEKANISME PERTAHANAN TUBUH


A. Pengertian Pertahanan Tubuh (Sistem Imun)
            Sistem imun adalah serangkaian molekul, sel dan organ yang bekerja sama dalam mempertahankan tubuh dari serangan luar yang dapat mengakibatkan penyakit, seperti bakteri,jamur dan virus. Kesehatan tubuh bergantung pada kemampuan sistem imun untuk mengenali dan menghancurkankan serangan ini. Sistem immun berfungsi sebagai pertahanan tubuh, yaitu bekerja dengan cara mengenali dan menghancurkan para penyusup asing yang masuk sebelum menimbulkan kerusakan pada tubuh.
            Organisme penyebab penyakit seperti bakteri, virus, parasit dan jamur, dideteksi ketika masuk ke dalam tubuh lalu dibunuh oleh sel-sel sistem immun. Dengan demikian gangguan penyakit dapat ditangkal dan dilawan. Sel-sel darah putih (leukosit) merupakan bagian utama dari sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan adanya bintik-bintik atau granular, Leukosit terbagi atas :
1.      Granular, memiliki bintik-bintik. Leukosit granular yaitu Basofil, Acidofil/Eosinofil dan Neutrofil.
2.      Agranular, tidak memiliki bintik-bintik . Leukosit Agranular yaitu Monosit dan Limfosit.
            Mekanisme pertahanan tubuh manusia berlapis mulai dari bagian luar sampai bagian dalam tubuh. Sistem imun memiliki beberapa fungsi bagi tubuh, yaitu sebagai:
§         Penangkal “benda” asing yang masuk ke dalam tubuh
§         Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua
§         Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi atau ganas, serta menghancurkannya.
Sistem imun menyediakan kekebalan terhadap suatu penyakit yang disebut imunitas. Respon imun adalah suatu cara yang dilakukan tubuh untuk memberi respon terhadap masuknya patogen atau antigen tertentu ke dalam tubuh.






B. Pembagian
            Sistem kekebalan tubuh sebenarnya merupakan hasil kerja sama berbagai organ, jaringan tubuh, sel, dan molekul yang secara keseluruhan melindungi tubuh dari serangan berbagai "musuh". Berikut ini pengelompokkan dari mekanisme sistem imun :














            

             Kerja dari sistem imun sendiri cukup menarik, dan dapat dibagi menjadi:
1.      Innate immunity, atau sering disebut imunitas alamiah, merupakan sistem kekebalan tubuh lini pertama yang akan terjadi saat infeksi berlangsung, terjadi secara cepat terhadap infeksi mikrobia, dan terjadi antara jam ke-0 sampai jam ke-12 infeksi. 
             Sebagai gambaran sederhana, sistem ini dapat diibaratkan sebagai barikade yang berjuang mati-matian memproteksi tubuh. Barikade terdepan, yaitu sistem kekebalan lini pertama, sudah dimiliki setiap manusia sejak lahir. Misalnya, kulit, asam lambung, sel berbulu getar di permukaan saluran napas, selaput lendir di saluran napas dan saluran cerna, serta kuman-kuman jenis tertentu yang hidup di kulit dan di dalam usus.
             Begitu bibit penyakit (patogen) menyerang, barikade terdepan mulai mengadakan pertahanan. Kulit, misalnya, akan mengeluarkan penghalang kimiawi, seperti keringat dan cairan kelenjar minyak yang bersifat asam serta mengandung enzim penghancur. Patogen yang menyusup melalui saluran napas, saluran cerna, atau saluran kemih akan dihadang oleh selaput lendir yang kental dan lengket hingga akhirnya terperangkap.
             Selanjutnya, patogen-patogen tersebut dihancurkan oleh berbagai zat kimia yang dikerahkan sistem kekebalan tubuh. Contoh lainnya, patogen yang masuk ke saluran cerna sebagian besar akan dihancurkan oleh asam lambung. Yang masih selamat kemudian akan dihancurkan oleh basa dan enzim di usus halus. Di saluran napas, jasad renik yang merupakan bibit penyakit akan dihadang bulu getar. Kalau ada yang berhasil masuk ke tenggorok, mereka akan ditelan atau dibatukkan keluar. Walau terlihat kuat, barrier pertama yang bersifat fisik ini tetap bisa ditembus. Misalnya jika kulit terluka dan jumlah bibit penyakitnya sangat banyak. Sistem kekebalan lini pertama juga bisa tak berdaya kalau sifat bibit penyakit ini sangat virulen alias ganas. Jika sistem kekebalan primer mampu ditembus atau ada bibit penyakit yang berhasil lolos dari hadangannya, maka giliran sistem kekebalan sekunderlah yang bekerja.
             Jika disimpulkan, mekanisme tersebut melibatkan :
a.       Penghalang fisik dan kimiawi, seperti epitel dan senyawa antimikrobia yang dihasilkan oleh sel epitel,
b.      Sel fagosit (neutrofil dan maktofag) dan sel natural killer,
c.       Protein darah, termasuk sistem komplemen dan mediator inflamasi lainnya.
d.      Protein sitokin yang mengatur sel-sel pada mekanisme ini. 
            Innate immunity terjadi karena tubuh dapat mengenali struktur mikroba yang masuk, bisa karena sebelumnya mikroba tersebut sudah pernah menginfeksi tubuh, atau karena struktur mikroba tersebut mirip seperti struktur mikroba lain yang pernah menginfeksi tubuh. Kelemahan dari mekanisme ini adalah tidak dapat mengenali struktur yang sama sekali baru menginfeksi tubuh. Untuk infeksi tersebut, adaptive immunity yang berperan.
2.      Adaptive immunity (Imunitas Spesifik) atau bisa dikatakan dengan sistem kekebalan tubuh lini kedua. Pertahanan lini kedua ini terdiri atas sel-sel khusus (sel-sel darah putih) yang keberadaannya pun sudah dibawa sejak lahir. Bedanya, dia baru bekerja saat dibutuhkan."Oleh karena itulah sistem kekebalan ini disebut juga sebagai sistem kekebalan adaptif. Ia melawan patogen melalui pembentukan antibodi dan dengan menghancurkan sel yang berhasil disusupi patogen, terjadi ketika innate immunity gagal menghalau infeksi karena benda asing yang masuk memiliki struktur yang sama sekali baru bagi tubuh.  Mekanisme ini terjadi sekitar 1 hingga 5 hari setelah infeksi.
Secara singkat, makanisme ini akan mencoba membuat "ingatan" baru tentang struktur benda asing yang masuk ke tubuh, kemudia bereaksi untuk menghalau benda asing tersebut. Sel yang terlibat pada mekanisme ini adalah limfosit, baik sel T limfosit maupun sel B limfosit. Adaptive immunity sendiri terbagi menjadi 2, yaitu:
a.      Imunitas humoral, yaitu imunitas yang dimediasi oleh molekul di dalam darah, yang disebut antibodi.  Antibodi dihasilkan oleh sel B limfosit. Adapun karakteristik sel B yaitu :
         Imunitas yang diperantarai antibodi
         Dihasilkan dan matur di bone marrow
         Tinggal di limfe dan kelenjar limfe, beredar di darah dan limfe
         Secara langsung mengenal antigen dan kemudian mengadakan seleksi klonal
         Ekspansi klonal menghasilkan antibodi hasil sekresi sel plasma seperti sel B memori
Mekanisme imunitas ini ditujukan untuk benda asing yang berada di di luar sel (berada di cairan atau jaringan tubuh). Limfosit adalah sel yang ada di dalam tubuh yang mampu mengenal dan menghancurkan bebagai determinan antigenik yang memiliki dua sifat pada respons imun khusus, yaitu spesifitas dan memori. Limfosit memiliki beberapa subset yang memiliki perbedaan fungsi dan jenis protein yang diproduksi, namun morfologinya sulit dibedakan.
            Limfosit berperan dalam respons imun spesifik karena setiap individu limfosit dewasa memiliki sisi ikatan khusus sebagai varian dari prototipe reseptor antigen. Reseptor antigen pada limfosit B adalah bagian membran yang berikatan dengan antibodi yang disekresikan setelah limfosit B yang mengalami diferensiasi menjadi sel fungsional, yaitu sel plasma yang disebut juga sebagai membran imunoglobulin. Reseptor antigen pada limfosit T bekerja mendeteksi bagian protein asing atau patogen asing yang masuk sel inang B limfosit akan mengenali benda asing tersebut, kemudian akan memproduksi antibodi. Antibodi merupakan molekul yang akan menempel di suatu molekul spesifik (antigen) di permukaan benda asing tersebut. Kemudian antibodi akan menggumpalkan benda asing tersebut sehingga menjadi tidak aktif, atau berperan sebagai sinyal bagi sel-sel fagosit.
Antibodi :
1.      Ig G :
-   Komponen utama Ig serum (75%)
-   Dapat menembus Placenta
-   Terbentuk pada respons sekunder
-   Anti bakteri, anti virus, anti jamur
2.      Ig M :
-   Imunoglobulin terbesar
-   Respons imun primer
-   Mencegah gerakan mikroorganisme sekunder
-   Mengaktifkan komplemen
3.      Ig A :
-   Terbentuknya pd rangsangan selaput lendir
-   Kekebalan infeksi saluran nafas, pencernaan, urogenitalis
-   Fiksasi komplemen, antitoxin, reaksi aglutinasi, anti virus
4.      Ig D :
-   Sangat rendah dalam sirkulasi
-   Fungsi belum jelas
5.      5. Ig E :
-   Sangat sedikit jumlahnya
-   Tinggi pada alergi, fiksasi komplemen, infeksi cacing, infeksi parasit










Adapun bentuk-bentuk dari antibodi dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Klas
Tempat
Fungsi
Ig G
Bentuk antibodi utama di sirkulasi

Mengikat patogen, mengaktifkan komplemen, meningkatkan fagositosis
Ig M
Di sirkulasi, antibodi terbesar

Aktifkan komplemen, menggumpalkan sel
Ig A
Di saliva
Mencegah patogen menyerang sel epitel traktus digestivus dan respiratori.

Ig D
Di sirkulasi dan jumlahnya paling rendah

Menandai kematuran sel B
Ig E
Membran berikatan dengan reseptor basofil dan sel mast dalam jaringan

Bertanggung jawab dalam respon alergi dan melindungi dari serangan parasit cacing

b.      Imunitas selular, yaitu imunitas yang dimediasi oleh sel T limfosit. Fungsinya yaitu sebagai pertahanan terhadap bakteri (intraselular), virus, jamur, dan parasit. Mekanisme ini ditujukan untuk benda asing yang dapat menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga tidak dapat dilekati oleh antibodi. Sistem imun yang bekerja pada sel yang terinfeksi antigen, yang berperan adalah sel T (Th, Tc, Ts).  T limfosit kemudian akan menginduksi 2 hal: Fagositosis benda asing tersebut oleh sel yang terinfeksi.
·        Lisis sel yang terinfeksi sehingga benda asing tersebut terbebas ke luar sel dan dapat di dilekati oleh antibodi.
Imunitas selular terdiri dari :
1.      Helper T-cell membantu sel B
2.      Suppressor T-cell :
-       Menghambat sel B
-       Menghambat sel T
3.      Cytotoxic T-cell : Menyerang antigen secara langsung
         


          Limfosit berperan utama dalam respon imun diperantarai sel. Limfosit terbagi atas 2 jenis yaitu Limfosit B dan Limfosit T. Berikut adalah perbedaan antara Limfosit T dan Limfosit B :

Limfosit B
Limfosit T
1.    Dibuat di sumsum tulang yaitu sel batang yang sifatnya pluripotensi (pluripotent stem cells) dan dimatangkan di sumsum tulang (Bone Marrow)
1.    Dibuat di sumsum tulang dari sel batang yang pluripotensi (pluripotent stem cells) dan dimatangkan di Timus
2.    Berperan dalam imunitas humoral
2.   Berperan dalam imunitas selular
3.    Menyerang antigen yang ada di cairan antar sel
3.   Menyerang antigen yang berada di dalam sel
Terdapat 3 jenis sel Limfosit B yaitu :
·      Limfosit B plasma, memproduksi antibodi


·      Limfosit B pembelah, menghasilkan Limfosit B dalam jumlah banyak dan cepat

·      Limfosit B memori, menyimpan mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh
Terdapat 3 jenis Limfosit T yaitu:
·      Limfosit T pempantu (Helper T cells), berfungsi mengantur sistem imun dan mengontrol kualitas sistem imun
·      Limfosit T pembunuh (Killer T cells) atau Limfosit T Sitotoksik, menyerang sel tubuh yang terinfeksi oleh patogen
·      Limfosit T surpressor (Surpressor T cells), berfungsi menurunkan dan menghentikan respon imun jika infeksi berhasil diatasi

Suhu tubuh kita diatur oleh sebuah “mesin khusus” pengatur suhu yang terletak di otak tepatnya di bagian hipotalamus tepatnya dibagian pre optik anterior (pre = sebelum, anterior= depan) Hipotalamus sendiri merupakan bagian dari deinsephalon yang merupakan bagian dari otak depan kita (prosencephalon).
Hipotalamus dapat dikatakan sebagai mesin pengatur suhu (termostat tubuh) karena disana terdapat reseptor (penangkap, perantara) yang sangat peka terhadap suhu yang lebih dikenal dengan nama termoreseptor (termo = suhu). Dengan adanya termorespetor ini, suhu tubuh dapat senatiasa berada dalam batas normal yakni sesuai dengan suhu inti tubuh. Suhu inti tubuh merupakan pencerminan dari kandungan panas yang ada di dalam tubuh kita. Kandungan panas didapatkan dari pemasukan panas yang berasal dari proses metabolisme makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya suhu inti berada dalam batas 36,5-37,5°C.
Dalam berbagai aktivitas sehari-hari, tubuh kita juga akan mengelurakan panas misalnya saat berolahraga. Bilamana terjadi pengeluraan panas yang lebih besar dibandingkan dengan pemasukannya, atau sebaliknya maka termostat tubuh itu akan segera bekerja guna menyeimbangkan suhu tubuh inti.
Bila pemasukan panas lebih besar daripada pengeluarannya, maka termostat ini akan memerintahkan tubuh kita untuk melepaskan panas tubuh yang berlebih ke lingkungan luar tubuh salah satunya dengan mekanisme berkeringat.
Dan bila pengeluaran panas melebihi pemasukan panas, maka termostat ini akan berusaha menyeimbakan suhu tersebut dengan cara memerintahkan otot-otot rangka kita untuk berkontraksi(bergerak) guna menghasilkan panas tubuh. Kontraksi otot-otok rangka ini merupakan mekanisme dari menggigil.
Contohnya, seperti saat kita berada di lingkungan pegunungan yang hawanya dingin, tanpa kita sadari tangan dan kaki kita bergemetar (menggigil). Hal ini dimaksudkan agar tubuh kita tetap hangat. Karena dengan menggigil itulah, tubuh kita akan memproduksi panas.
Hal diatas tersebut merupakan proses fisiologis (keadaan normal) yang terjadi dalam tubuh kita manakala tubuh kita mengalamiperubahan suhu.
Lain halnya bila tubuh mengalami proses patologis (sakit). Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebih dikarenakan oleh “zat toksis (racun)” yang masuk kedalam tubuh.
Umumnya, keadaan sakit terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Proses peradangan itu sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan yang mengancam keadaan fisiologis tubuh.
Proses peradangan diawali dengan masuknya “racun” kedalam tubuh kita. Contoh “racun”yang paling mudah adalah mikroorganisme penyebab sakit.
Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan “tentara pertahanan tubuh” antara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit  untuk memakannya (fagositosit).
Dengan adanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengelurkan “senjata” berupa  zat kimia yang dikenal sebagai pirogen  endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2.
Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus.
Sebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal karena memang “setting” hipotalamus yang mengalami gangguan oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam atau febris. Demam yang tinggi pada nantinya akan menimbulkan manifestasi klinik (akibat) berupa kejang (umumnya dialami oleh bayi atau anak-anak yang disebut dengan kejang demam)

Permasalahan dalam diskusi STAD
1.      Diskusikan pada teman kelompokmu, bagaimanakah mekanisme fagositosis?
2.      Apakah yang terjadi bila pertahanan tubuh kita menurun?
3.      Diskusikan dengan teman kelompokmu, dimanakah letak perbedaan kekebalan alami dan kekebalan buatan?
4.      Gejala demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Setujukah anda? Berikan alasannya.
5.      Coba diskusikan perbedaan dari kekebalan aktif dan pasif dan sertakan dengan contoh!
6.      Sel-sel dalam sistem imun dikenal dengan sel darah putih. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sel darah putih tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar